Okt 19 2008
Udah Lama Tinggal di Luar Negeri Kok Cuma Segitu…….
Melihat banyak pro dan kontra tentang UU Pornografi yang banyak berseliweran di dunia blogsfer termasuk yang saya tulis ini, membuat hati saya menjadi sadar bahwa memang setiap orang punya persepsi berbeda. Yang beragama Islam, terpecah menjadi yang mendukung, yang menolak dan ragu-ragu. Yang beragama lain cederung menentang RUU ini yang dalam hatinya sebenarnya cenderung mendukung pornografi. Yang Islam KTP biasanya sih turut menentang RUU ini, walaupun mungkin tidak semua.
Tetapi ada satu fenomena yang membuat saya agak sedikit merasa geli bahwa mereka yang tinggal di luar negeri cenderung untuk memakai standard “negeri baru” mereka. Sebenarnya wajar-wajar saja. Namun yang membuat saya geli adalah, mereka menggunakan standard “negeri baru” mereka jikalau standard itu mudah diikuti oleh mereka, seperti hal-hal yang berbau pornografi ini. Namun sayang otak mereka gagal memenuhi standard “negeri baru” mereka. Setidak-tidaknya ini dilihat dari mereka yang ngeblog yang sudah tinggal di luar negeri. Blog-blog mereka tidak lebih bagus dari blog saya mereka yang tinggal di dalam negeri. Itu sedikit menandakan otak mereka gagal beradaptasi dengan otak standard “negeri baru” mereka. Mereka hanya berhasil beradaptasi dengan hal-hal atau budaya-budaya yang gampang ditiru seperti yang berbau pornografi. Merekapun cenderung menganggap budaya dan kebiasaan “negeri baru” mereka lebih superior dari “negeri asal” mereka padahal….. hidung mereka tidak bertambah mancung semua budaya dan kebiasaan tidak bisa dinilai begitu saja mana yang lebih unggul dan mana yang lebih rendah, semua punya standard sendiri-sendiri. Itupun menandakan juga bahwa otak mereka gagal beradaptasi dengan fikiran “negara baru” mereka. Padahal mengenai budaya dan kebiasaan, yang terbaik adalah “hormatilah budaya setempat”. Jikalau budaya setempat tersebut tidak sesuai dengan anda, minimal anda tidak menganggap rendah atau menghina budaya setempat……… bukan begitu??




